ABU NAWAS

Standarisasi Ilmu Bermanfaat

Langsung saja di bahas bagaimana caranya mengetahui , apakah ilmu kita bermanfaat atau tidak ? .
Sebelum kita bahas lebih lanjut mari kita samakan dulu niat dan tujuan kita buka topik ini . Di antaranya.
1. Untuk bahan evaluasi diri kita pribadi terkait dengan ilmu yg kita pelajari dengan kegiatan kita sehari hari baik urusan pribadi umum , dunia dan akherat.

2. Motivasi belajar agar kita mau belajar lebih dalam lagi tentang ilmu apapun yg sekiranya bermafaat untuk kehidupan kita baik di dunia dan akherat.

3. Agar bisa menyadari antara kegiatan yang berjalan secara alami dengan kegiatan yg berjalan secara ilmiah.

Saya akan membuat sedikit ulasan tentang standarusasi Ilmu manfaat  secara umum sesuai dengan kepahaman saya .
Standarisasi ilmu mamfaat menurut saya adalah :
Kumpulan informasi baik berupa pengetahuan, pengalaman,baik itu dari hasil pemikiran, kata orang, dll yang mengarahkan kita secara sadar baik sebelum,sedang atau sesudah melakukan sesuatu.

Contoh :
Budi dapat arahan dari guru tentang cara makan yg baik di antaranya.
1. Berdoa.
2. Cuci tangan
3. Selesai makan mengucapkan alhamdulillah.

Kemudian hari budi melakukan hal tersebut sesuau arahan guru .
1.berdoa.
2.cuci tangan
3. Selesai makan mengucapkan Alhamdulillah .

Karena budi mengamalkan ilmu makan tadi maka kegiatan makan budi tadi jadi baik di samping juga berjalan secara ilmiah . Bukan lagi kegiatan makan secara alami seperti lainya.

KESIMPULANYA :
ILMU BERMANFAAT ADALAH SEBUAH PENGETAHUAN YG MAMPU MERUBAH KEGIATAN ALAMI KITA ,MENJADI SESUATU YG TERARAH,TERSETRUKTUR, TERENCANA ,TERTARGET, TERHITUNG SECARA SADAR KARENA ADA ILMU / INFORMASI YG PERLU DI PERTIMBANGKAN .

STANDARISASINYA .
SEBERAPA BANYAK KEGIATAN KITA YG BERJALAN ATAS DASAR ILMIAH DI BANDING KEGIATAN KITA YG BERJALAN SECARA ALAMI .
SEBAGAI BAHAN LATIHAN ADALAH .
ADABIAH TIDUR , SUDAHKAH TIDUR KITA MEMENUHI STANDAR ILMIAH TIDUR . JIKA BELUM BERARTI ILMU TIDUR KITA TIDAK / KURANG BERMAMFAAT . JIKA KITA SUDAH MENGAMALKAN MAKA ILMU TIDUR KITA BERMANFAAT .

Demikian sekilas bagaimana cara mengetahui apakah ilmu kita bermanfaat atau tidak .

Lain waktu akan kita bahas tentang ilmu yg tidak bermanfaat sekalipun itu baik.
Terimakasih.

Read More
ABU NAWAS

KESABARAN SESUNGGUHNYA ADALAH

Selamat datang di posting bab kesabaran menurut azizna.blogspot.com. Jika kebetulan anda menemui artikel ini dan membacanya sampai selesai , atas dasar kesadaran untuk mencari bagaimana kesabaran yang sesungguhnya ,karena saat ini anda sedang menghadapi suatu masalah dan mencoba untuk bersabar ,tapi hati tidak tenang . Berarti anda telah mengalami hal yang sama saat saya menulis artikel ini . Saya berharap apa yang saya bagikan ini bisa memberi manfaat yang positif kepada pembaca khususnya pada saya pribadi . Apapun masalahnya ,selama kita sabar menjalani pasti akan ada jalan keluarnya . Seperti firman Allah "Sesungguhnya Allah beserta orang orang sabar" ,kita harus optimis dan yakin akan janji Allah ,tapi kita juga harus tahu ilmunya agar kita tidak optimis dan yakin dengan cara yang salah. Seperti ada hadist "Amal tanpa ilmu maka akan sia-sia" .

Ok,singkatnya begini lupa lupa ingat saya pernah baca tulisan imam gozhali ,yang intinya sebagai berikit.
Kesabaran adalah keberanian hati menanggung resiko apapun jika memang itu menjadi syarat tercapainya tujuan ,baik itu tindakan,ucapan,pemikiran ataupun perasaan.
Selanjutnya adalah Tidak ada sebuah kesabaran tanpa ada cobaan dan tidak ada cobaan tanpa ada tujuan dan harapan ,baik itu harapan yang muncul dari diri sendiri,orang lain bahkan dari sang maha pencipta Yaiti Allah subhanallah taala.

Dari dua poin di atas bisa kita tarik kesimpulan yang intinya adalah Jika kita ingin di katakan orang sabar secara ilmiah (standar ilmu ), maka kita harus berani menanggung resiko apapun demi tercapainya sesuatu .
Banyak orang yang menyalah artikan istilah sabar ini dengan diam tanpa ada perlawanan saat di tekan, membiarkan sesuatu yang salah karena takut di tuduh pemarah dan emosional dan lain sebagainya.
Orang seperti menurut saya bukan sabar tapi lemah , orang sabar bukanlah orang yang tidak marah saat ada kesalahan,bukan orang yang diam saat ada tekanan,bukan orang yang lari dari bangku belajar karena takut di marahi guru,bukan orang yang takut memarahi anak istri yang keliru , dan lain sebagainya.
Sabar sesungguhnya adalah berani mengambil resiko demi perubahan yang lebih baik,tak perduli di gunjing,di permalukan,di hancurkan dia tetap melawan dengan cara cara yang baik sesuai posisi dan tanggung jawabnya.

Contoh :
Seorang bapak yang sabar demi anaknya pintar itu adalah seorang bapak yang berani memarahi,mengarahkan anaknya untuk belajar . Bukan seorang bapak yang membiarkan anaknya bermain tanpa belajar karena takut menyakiti bahkan takut kehilangan.
Cobtoh lagi.
Seorang suami yang sabar bukanlah orang yang diam dan mengiyakan seorang istri yang salah baik secara moral,sosial,mental dan lain sebagainya. Karena jika suami tadi punya harapan mau di kemanakan keluarga yang dia bina sudah sepantasnyalah jika dia mengambil tindakan yang tegas terhadap segala bentuk kesalahan yang bisa merusak masa depan keluarga yang dia bina.

Dan masih banyak lagi contoh lainya. Jika di tulis jelas tidak selesai sampai di sini ,pada akhirnya bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut.
Jika kita ingin bersabar maka kita harus tahu pokol pokoknya dulu.
1. Masalah apa yang akan kita sabari.
2. Apa manfaat dan tujuan menyabari masalah tersebut.
3. Seberapa kuatkah menyikapinya.
4.Sampai kapan.
5. Bagaimana caranya jika terpaksa kita sudaj tidak mampu lagi untuk bersabar.
Untuk pertanyaan nomor lima,jika memang kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tak ada perubahan maka kita wajib menggunakan ilmu tawakal atau pasrah yang akan kita bahas di lain waktu.
Read More
MENGENANG GUYONAN RAJA ARAB DAN GUS DUR

MENGENANG GUYONAN RAJA ARAB DAN GUS DUR

AZIZNA - Selain pemikirannya yang membuat heboh seantero negeri. Mantan Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang suka guyonan.

Bahkan ternyata humor yang dibawakan Gus Dur pernah membuat ngakak Raja Arab Saudi. Menurut warga Arab, baru kali ini masyarakat melihat gigi Raja Arab tersebut karena tertawa terbahak-bahak.

Hal ini diceritakan istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid seperti dikutip Radarislam.com dari laman Detik.com.

“Waktu itu ketika sudah pulang dari Arab, Bapak mendapat surat dari rakyat Arab. Isinya, yang mulia, apa yang mulia katakan sehingga semua rakyat Arab bisa melihat gigi Raja,” tuturnya

Menurut masyarakat Arab, selama ini Raja Arab tidak pernah tersenyum. Bahkan saat berbicara pun tidak terlihat giginya.

“Bapak mengatakan kepada Raja, yang mulia, rakyat Indonesia banyak pintar bahasa Arab. Tapi berbeda dengan bahasa Arab disini, tapi bahasa Arab kitab, bukan komunikasi sehari hari,” kata Sinta mengenang cerita Gus Dur.

Memang ada perbedaan bahasa kitab yang digunakan para santri di pesantren dengan bahasa Arab sehari hari. Sinta menceritakan lagi, suatu ketika jamaah haji Indonesia membaca tulisan mamnu’uddukhul pada sebuah ruangan. Tulisan itu berarti dilarang masuk.

Namun sang jamaah tersebut menafsirkannya berbeda. Mamnu’uddukhul menurut versi kitab fiqih yang artinya dilarang be253tubuh.

“Komentar orang Indonesia itu, orang Arab memang keterlaluan, masa melakukan hal seperti itu di tempat seperti ini. Jadi Raja Arab itu ketawa ngakak,” tandas Sinta.

Wah gaya komunikasi Gus Dur luar biasa ya! Sampai Raja Arab pun dibuat ngakak olehnya.

Read More
👧PUTRI GUSDUR KETEMU 👳RAJA SALMAN ,MENYESAL KARENA INI

👧PUTRI GUSDUR KETEMU 👳RAJA SALMAN ,MENYESAL KARENA INI

AZIZNA - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud nampaknya sangat mengenal baik sosok tokoh NU yang juga Presiden Keempat Abdurrahman Wahid. Hal tersebut tampak saat Raja Salman diperkenalkan kepada Zannuba Wahid dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam dan tokoh lintas agama, Jumat (3/3).

Putri Gus Dur yang akrab disapa Yenny Wahid tersebut turut diundang dalam pertemuan di Istana Merdeka Jakarta bersama para tokoh Islam pada Kamis (2/3) dan pada pertemuan dengan para tokoh lintas agama di hotel Raffles pada Jumat (3/3).

“Saat saya diperkenalkan sebagai putri Gus Dur, Raja Salman mengangguk sambil tersenyum dan langsung menjabat tangan saya. Beberapa pangeran juga pun langsung menyambut dengan hangat ketika diberitahu," jelas Yenni dalam keteranganya pagi ini.

Saya memang memperkenalkan diri bukan sebagai Yenny Wahid, namun pakai nama asli saya yang kebetulan nama Arab yaitu Zannuba Wahid," tandasnya. Yenny pun menyambut baik pertemuan tersebut. Apalagi Raja Salman begitu mengapresiasi terhadap budaya toleransi beragama yang ada di Indonesia

Namun ada satu penyesalan Yenny. Dalam kedua pertemuan tersebut dirinya tidak sempat meminta selfie dengan raja. "Saya malu-malu mau minta selfie, walaupun sebenernya mau," akunya. Namun Yenny senang karena fotografer Istana tetap mengabadikan semua kegiatan.
Sumber: jawapos.com

Read More
INI KUNJUNGAN RAJA SALMAN YG MENGHARUKAN

INI KUNJUNGAN RAJA SALMAN YG MENGHARUKAN

JAKARTA - Tokoh yang mewakili umat Hindu, Wisnu Bata Tenaya, mempersembahkan sesanti dari Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Pemberian itu diserahkan saat Wisnu bersama tokoh lintas agama lain bertemu dengan Raja Salman dan Presiden Joko Widodo di Hotel Rafless, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Wisnu menegaskan bahwa isi dari kitab tersebut tertulis kalimat "Bhinneka Tunggal Ika" yang mempertegas kerukunan dan harmonisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya Indonesia melainkan di seluruh dunia.

"Yang Mulia Raja Salman dan Presiden Joko Widodo, izinkan kami dari umat Hindu Indonesia turut menyampaikan salam baik kami," kata Wisnu seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Wisnu menilai, keharmonisan antara tokoh lintas agama dalam pertemuan tersebut perlu terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain Wisnu yang mewakili agama Hindu, hadir pula tokoh agama lain mulai dari Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Konghucu. Pertemuan berlangsung selama sekitar 1 jam.

Wisnu juga berdoa agar hubungan Indonesia dan Arab Saudi semakin baik ke depannya.

"Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan jalan yang terbaik untuk membangun kerja sama antar kedua negara," ucap Wisnu.

Sumber :BANJARMASINPOST.CO.ID

Read More
✏Tulisan Tangan Raja Salman di Istiqlal 🕌Isinya Mengharukan

✏Tulisan Tangan Raja Salman di Istiqlal 🕌Isinya Mengharukan

☝ Ketika berkunjung ke Masjid Istiqlal,🕌 Jakarta Pusat, kemarin, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis Al Saud menuliskan kesan-kesan di sebuah kertas dengan huruf Arab.

✍"Kemarin beliau (Raja Salman) kasih pesan dan kesan ditulis tangan," kata Kepala Bagian Protokoler dan Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abd Salam di Masjid Istiqlal, Jumat (3/2/2017).

Abu kemudian membacakan kesan Raja Salman yang ditulis di dalam kertas.

✍"Saya sangat berbahagia, senang, gembira bisa berziarah ke salah satu rumah Allah dari sekian rumah Allah yakni di Masjid Istiqlal," demikian kesan Raja Salman yang dibacakan Abu.

Raja Salman, kata Abu, mengagumi arsitektur Masjid Istiqlal. Raja Salman menilai masjid ini memiliki peran penting dalam penyebaran budaya Islam.

✍"Yang kedua beliau katakan Masjid Istiqlal ibarat sebuah bangunan Islam yang besar dan megah, yang menjadi pusat dakwah pusat syiar Islam di Asia Tenggara. Dengan demikian Masjid Istiqlal memiliki atau mempunyai peranan strategis yang sangat penting dalam menjaga Al Quran maksudnya menjaga ajaran yang bersumber dari Al Quranul Karim dan penyebaran budaya Islam."

Di akhir kesan yang dituliskan, Raja Salman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan pengurus Masjid Istiqlal atas sambutan yang diberikan.

✍📝✏"Ketiga ucapan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan pengurus Masjid Istiqlal, semoga Allah membalas kebaikan di hari akhirat."

Saat ini, kertas berisi tulisan tangan Raja Salman masih disimpan di biro protokoler Istiqlal.

"Tulisannya beliau masih sama saya," kata Abu.
Sumbet :suara.com😎

Read More
👉Inilah Cara Menebus Dosa Terhadap Orang Tua yang Telah Meninggal

👉Inilah Cara Menebus Dosa Terhadap Orang Tua yang Telah Meninggal

DALAM Islam berbakti kepada orang tua menempati posisi yang paling tinggi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Isra ayat 23. Oleh sebab itu kita diwajibkan untuk berbakti kepada keduanya baik semasa hidup maupun setelah meninggal dunia.

Biasanya setelah orang tua meninggal dunia, seringkali kita akan teringat kembali dengan kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Dengan demikian tentunya kita tidak bisa meminta maaf secara langsung seperti saat mereka masih hidup.

Akan tetapi ternyata ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa terhadap orang tua yang telah meninggal dunia. Sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dimana cara ini bahkan sangat mudah untuk dilakukan. Sehingga tidak ada lagi halangan untuk meminta maaf kepada keduanya meskipun mereka telah meninggal dunia.

Segala kebaikan yang telah diberikan oleh kedua orang tua, tidak akan pernah bisa terbalaskan meskipun dengan seisi dunia. Sehingga berbakti kepada keduanya tidak hanya wajib dilakukan saat mereka masih hidup namun juga setelah meninggal dunia.

Bila semasa hidupnya kita dapat berbakti dengan cara menyenangkan keduanya, menuruti setiap perkataannya serta berbuat baik keduanya. Maka setelah mereka meninggal dunia kita dapat berbakti kepada keduanya dengan cara mendoakan mereka. Selain itu kita juga dianjurkan untuk melakukan ziarah kubur.

Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I'anatut Thalibin ala Fathil Mu'in mengatakan bahwa ziarah kubur dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah SAW bahwa,

"Tiada seorang pun yang melewati makan saudaranya yang sewaktu di dunia saking mengenal, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, niscaya ahli kubur mengenalinya."

Sedangkan ziarah ke makam kerabat khususnya makan orang tua sendiri sangat dianjurkan meskipun letaknya berbeda kota dengan anak-anak serta kerabatnya yang masih hidup.

Bahkan ternyata ziarah kubur ke makam orang tua merupakan cara yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa dan kesalahan terhadap orang tua yang telah meninggal dunia. Sehingga jika kita pernah berbuat kesalahan dan dosa namun belum sempat untuk meminta maaf, maka dengan berziarah kubur kita dapat menebus kesalahan tersebut.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, maka niscaya Allah SWT menghapus dosanya. Dan ia pun dinilai sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya." (HR. Al-Hakim)

Kemudian Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi mengutip hadits lainnya perihal cara berbakti sepeninggal kedua orang tua, yaitu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh seseorang yang durhaka ketika kedua orang tuanya wafat, lalu ia mendoakan keduanya selepas keduanya berpulang, maka niscaya Allah SWT akan mencatatnya sebagai anak yang berbakti."

Dengan demikian cara yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa terhadap orang tua yang telah meninggal dunia adalah dengan melakukan ziarah kubur ke makam orang tua setiap hari Jumat.

Cara berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia

Selain melakukan ziarah kubur, ada beberapa cara yang juga bisa dilakukan untuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Diantaranya :

1. Mendoakan keduanya
Doa dari seorang mukmin yang hidup kepada mukmin yang telah meninggal dunia dijadikan Allah SWT sebagai salah satu doa yang mustajab. Dengan demikian doa dari anak shaleh kepada orang tua yang beriman meskipun mereka telah meinggal dunia, dijadikan Allah SWT sebagai paket pahala yang tetap mengalir.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bahwa, "Apabila seseorang meninggal, maka seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalaeh yang mendoakannya." (HR. Muslim dan An-Nasai)

2. Menyambung silahturahmi terhadap karib kerabat orang tua
Cara selanjutnya untuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia adalah dengan menyambung silahturahmi dengan karib kerabat orang tua. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah SAW bahwa, "Bentuk kebaktian kepada orang tua yang paling tinggi, menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah ayahnya meninggal." (HR. Muslim)

Demikianlah ulasan mengenai cara menebus dosa terhadap orang tua yang telah meninggal dunia. Namun jika keduanya masih hidup maka sudah seharusnya kita meminta maaf sebelum terlambat. Sebab ridho orang tua adalah ridho Allah SWT. Sehingga sudah sepatutnya kita berbakti kepada orang tua baik ketika hidup maupun setelah meninggal dunia.

Editor: H. Dicky Aditya
Galamedianews.com
Republis azizna.blogspot.com

Read More