Selasa, 07 Maret 2017

KESABARAN SESUNGGUHNYA ADALAH

Selamat datang di posting bab kesabaran menurut azizna.blogspot.com. Jika kebetulan anda menemui artikel ini dan membacanya sampai selesai , atas dasar kesadaran untuk mencari bagaimana kesabaran yang sesungguhnya ,karena saat ini anda sedang menghadapi suatu masalah dan mencoba untuk bersabar ,tapi hati tidak tenang . Berarti anda telah mengalami hal yang sama saat saya menulis artikel ini . Saya berharap apa yang saya bagikan ini bisa memberi manfaat yang positif kepada pembaca khususnya pada saya pribadi . Apapun masalahnya ,selama kita sabar menjalani pasti akan ada jalan keluarnya . Seperti firman Allah "Sesungguhnya Allah beserta orang orang sabar" ,kita harus optimis dan yakin akan janji Allah ,tapi kita juga harus tahu ilmunya agar kita tidak optimis dan yakin dengan cara yang salah. Seperti ada hadist "Amal tanpa ilmu maka akan sia-sia" .

Ok,singkatnya begini lupa lupa ingat saya pernah baca tulisan imam gozhali ,yang intinya sebagai berikit.
Kesabaran adalah keberanian hati menanggung resiko apapun jika memang itu menjadi syarat tercapainya tujuan ,baik itu tindakan,ucapan,pemikiran ataupun perasaan.
Selanjutnya adalah Tidak ada sebuah kesabaran tanpa ada cobaan dan tidak ada cobaan tanpa ada tujuan dan harapan ,baik itu harapan yang muncul dari diri sendiri,orang lain bahkan dari sang maha pencipta Yaiti Allah subhanallah taala.

Dari dua poin di atas bisa kita tarik kesimpulan yang intinya adalah Jika kita ingin di katakan orang sabar secara ilmiah (standar ilmu ), maka kita harus berani menanggung resiko apapun demi tercapainya sesuatu .
Banyak orang yang menyalah artikan istilah sabar ini dengan diam tanpa ada perlawanan saat di tekan, membiarkan sesuatu yang salah karena takut di tuduh pemarah dan emosional dan lain sebagainya.
Orang seperti menurut saya bukan sabar tapi lemah , orang sabar bukanlah orang yang tidak marah saat ada kesalahan,bukan orang yang diam saat ada tekanan,bukan orang yang lari dari bangku belajar karena takut di marahi guru,bukan orang yang takut memarahi anak istri yang keliru , dan lain sebagainya.
Sabar sesungguhnya adalah berani mengambil resiko demi perubahan yang lebih baik,tak perduli di gunjing,di permalukan,di hancurkan dia tetap melawan dengan cara cara yang baik sesuai posisi dan tanggung jawabnya.

Contoh :
Seorang bapak yang sabar demi anaknya pintar itu adalah seorang bapak yang berani memarahi,mengarahkan anaknya untuk belajar . Bukan seorang bapak yang membiarkan anaknya bermain tanpa belajar karena takut menyakiti bahkan takut kehilangan.
Cobtoh lagi.
Seorang suami yang sabar bukanlah orang yang diam dan mengiyakan seorang istri yang salah baik secara moral,sosial,mental dan lain sebagainya. Karena jika suami tadi punya harapan mau di kemanakan keluarga yang dia bina sudah sepantasnyalah jika dia mengambil tindakan yang tegas terhadap segala bentuk kesalahan yang bisa merusak masa depan keluarga yang dia bina.

Dan masih banyak lagi contoh lainya. Jika di tulis jelas tidak selesai sampai di sini ,pada akhirnya bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut.
Jika kita ingin bersabar maka kita harus tahu pokol pokoknya dulu.
1. Masalah apa yang akan kita sabari.
2. Apa manfaat dan tujuan menyabari masalah tersebut.
3. Seberapa kuatkah menyikapinya.
4.Sampai kapan.
5. Bagaimana caranya jika terpaksa kita sudaj tidak mampu lagi untuk bersabar.
Untuk pertanyaan nomor lima,jika memang kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tak ada perubahan maka kita wajib menggunakan ilmu tawakal atau pasrah yang akan kita bahas di lain waktu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *