Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Bisnis Investasi

TERKONTAMINASI PAHAM NICHE BLOG

TERKONTAMINASI PAHAM NICHE BLOG - Gara-gara banyak orang bilang bahwa blog dengan niche tertentu itu lebih bagus dari pada blog dengan berbagai topik, Blog niche lebih fokus di samping juga lebih di sukai oleh google pengunjung juga pengiklan .

Tergiur dengan berbagai kelebihan blog niche khusus akhirnya saya membuat beberapa blog dengan topik khusus , al hasil karena saya suka menulis jadinya malah membuat banyak blog , mau nulis puisi ya masuk blog puisi, mau tip ya masuk blog tips, sampai blog sms saja di buatkan blog hahahaha.

Entah bagaimana ini nanti nasibnya , blog menjadi banyak , posting menjadi tambah seru , wah wah pingin buat blog kaya wikipedia seperti tinggal mimpi neh, padahal kan asyik tuh satu blog dengan berbagai topik , tapi nyatanya memang benar blog dengan niche khusus lebih mudah di kelola serta gampang cari target pengunjungnya .
Read More
PEMUDA MAKASAR TAWURAN LEMPAR BATU DAN PANAH

PEMUDA MAKASAR TAWURAN LEMPAR BATU DAN PANAH

Berita tawuran lagi , antar dua kelompok pemuda makasar sulawesi selatan , tawuran , Antara Warga Jalan Maccini Sawah dan Maccini Gusung , Kecamatan Makassar , mereka terlibat saling serang dan lempar batu menggunakan batu dan anak panah .
Pemuda Tawuran
Gambar Ilustarsi Vivanews.com
Lokasi tawuran berlangsung di Jalan Maccini sawah hingga ke jalan Urip Sumohardjo , Polisi terpaksa melepas tembakan ke udara untuk membubarkan tawuran tersebut.
Aparat kepolisian sektor Makassr yang tiba di lokasi langsung membubarkan tawuran , Minggu 7/4/2013 dini hari sekitar pukul 05.00 Wita . Polisi terpaksa melepas tembakan ke udara karena dua kelompok pemuda kerap bertikai dan enggan menghentikan aksinya , Aksi tawuran berlangsung hingga sekita satu jam.
"Dia duluan serang kami pak, kami terpaksa melawan," teriak sejumlah warga Maccini Sawah saat polisi meminta mereka membubarkan diri.
 Petugas sempat mengejar pemuda Maccini Gusung yang melakukan penyerangan, tapi tidak satupun yang tertangkap . para pemuda lebih dulu lari kocar kacir saat polisi datang.
Pemuda maccini sawah sempat bertahan di lokasi minta agar polisi menangkap pemuda Maccini Gusung, dengan alasan mereka menyerang duluan . Walaupun sampai sekarang berlum di ketahui penyebab tawuran , namun dendam lama di perikrakan sebagai pemicu tawuran ini .
Setelah twauran , banyak batu, balok dan anak panah berserakan di jalan raya, untuk menghindari tawuran susulan , polisi meminta pemuda Maccini sawash untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
Sumber : merdeka.com
Read More
Bisnis Investasi

Jauhi Sifat Ini Jika Pingin Sukses Bisnis

Jauhi Sifat Ini Jika Pingin Sukses Bisnis - mungkin salah satu tips sekaligus nasehat dan saran buat yang ingin menekuni bisnis apapun , pertama dan yang paling penting adalah terlalu berharap mendapat Gratisan atau mendapatkan sesuatu dengan harga murah . Percayalah jauhi hal tersebut dan tanamkan pada diri kita mental beraharap gratisan.

Apakah gratisan itu buruk ?
Saya katakan di sini bukan masalah gratisanya tapi mental berharapnya , mental orang yang takut menanggung resiko , mental orang yang kurang punya keyakinan dan mental yang ingin mendapatkan sesuatu dengan cara mudah. jadi saya tidak mengatakan bahwa Gratisan itu tidak baik tapi mental gratisan itu loh yang menjadi sumber petaka kenapa kita tak pernah maju .

Apa saja dampak negatif mental Gratisan ?
Saya punya kisah nyata yang sampai sekarang masih saya temui di orang-orang yang dari pertama saya kenal hingga sekarang tidak memiliki apapun bahkan tidak berkembang sama sekali , tapi sayangnya orang itu masih saja berputar di permasalahn itu . orang yang saya maksud bukan cuma satu atau dua orang tapi jumlahnya bisa mencapai puluhan atau ratusan. berikut kisah cuplikan sedikit dari banyak jumlah kisah nyata terkait orang yang saya anggap gagal dalam meraih masa depan . terlepas ini nasib dan takdir tuhan , sebagai manusia yang di beri akal dan pikiran , tentu di beri kemampuan untuk berfikir secara sistematis untuk kemudian di ambil kesimpulan guna memperbaiki langkah-langkah ke arah depan.

Sebut saja namanya adalah  A, dia kenal saya sudah hampir lima tahun , dia tertarik dengan kegiatan blogging saya , baik yang gratisan maupun yang berbayar, baik yang bisnis atau yang sekedar hiburan, saya tahu dia mengamati gerak gerik saya dalam menjalankan blog . Tapi bagiku itu bukan masalah pikirku ah blog kan suka-suka , mau di intip sana sini terserah , yang penting saya membuat blog aku isi konten dan aku dapat penghasilan. Suatu saat saya mendapatkan hasil dari blog yang saya kelola, dalam mengelola blog tentu tidak mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi blog itu bisa menghasilkan. singkat cerita saya ketemu dengan temanku tadi , terus aku ajak ambil bayaran di bank , temanku kaget setengah tidak percaya , dia bertanya loh emang blogmu sudah dapat bayaran ? sudah tapi dikit. Temanku penasaran , diam diam dia juga blog, mulai dari awal , terus tanya bagiamana supaya menghasilkan . aku kasih tahu semuanya dari A-Z , tapi sepertinya tidak di lakukan . mungkin dia tidak percaya . akhirnya dia cari di google lewat artikel-artikel getu, Al-hasil temanku sampai sekarang belum punya blog yang produktif yang ada malah ngalor ngidul cari gratisan karena terpancang oleh artikel yang mengulas dapat penghasilan tanpa modal. sementara aku sampai sekarang tetap seperti biasa posting, sharing dan begitu setiap hari , sedang temanku browsing, tanya sana tanya sinis, ujung-ujungnya malah terjebak jenis bisnis yang tidak jelas. dan sampai sekarang , aku amati dia masih muter muter mencari jenis bisnis online yang di anggap lebih enak mungkin.

Dari kisah temanku tadi jelas, menurutku dia punya mental buruk, pertama kurang percaya dengan orang dekat, sifat ego yang menjadikanya dia gengsi harus ikut pengalaman teman, dan sifat pingin cari sensasi bahwa dia mampu mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih praktis.

Okelah tak apa toh aku juga tidak di rugikan ini saja pikirku , tapi yang jelas mental seperti itu tak patut untuk di tiru karena hanya akan membuang waktu .
Read More
Bisnis Investasi

Hadist Tentang Bahaya Korupsi

Hadist Tentang Bahaya Korupsi Tulisan ini memiliki judul asli Mewaspadai Korupsi, di tulis oleh Ustadz Abu Hamaid Arif Syarifuddin, dan saya tulis ulang di blog azizna guna pembelajaran buat saya pribadi dan menyebarkan informasi yang saya anggap baik .

Melihat keadaan saat ini ( sebenarnya sejak jaman dulu kali ) . Banyak orang melakukan perbuatan aneh ini yaitu korupsi. Korupsi bisa dengan mudah kita temui di hampir setiap lapisan masyarakat , dari masyarakat kelas paling bawah sampai kalangan paling atas yaitu pejabat pemerintah. Korupsi sendiri memiliki tingkatan , mulai koruptor ( julukan buat pelaku korupsi ) kelas teri, kelas menengah sampai kelas kakap.

Sederhananya jika kita lihat lingkungan sekitar kita bisa kita jumpai adanya seseorang yang mendapat amanah untuk membelanjakan sesuatu, setelah di belanjakan tapi uang yang di berikan masih tersisa tapi orang tadi tidak memberitahukan adanya uang tersisa tersebut. meskipun hanya seratus rupiah.  melainkan masuk sakunya orang tadi, ada juga dengan cara manipulasi nota belanja. itu contoh korupsi kelas kecil, adapun koruptor kelas kakap maka korupsinya bisa mencapai jutaan, milyaran bahkan triliyunan . Sejauh mana dan sebesar apa pengaruh Korupsi ini ? Kita akan coba mengulasnya dengan mengambil salah satu hadist Nabi SAW , berikut ini : Mudah mudahan kiya bisa mengindari dan selalu waspada terhadap tindakan aneh ini yaitu Korupsi.

Dari ‘Adiy bin ‘Amirah Al Kindi Radhiyallahu 'anhu berkata : Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

((مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ))، قَالَ: فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ أَسْوَدُ مِنْ الْأَنْصَارِ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْبَلْ عَنِّي عَمَلَكَ، قَالَ: ((وَمَا لَكَ؟))، قَالَ: سَمِعْتُكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا، قَالَ: ((وَأَنَا أَقُولُهُ الْآنَ، مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَجِئْ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ أَخَذَ وَمَا نُهِيَ عَنْهُ انْتَهَى)).

“Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari kiamat”. (‘Adiy) berkata : Maka ada seorang lelaki hitam dari Anshar berdiri menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam , seolah-olah aku melihatnya, lalu dia berkata,"Wahai Rasulullah, copotlah jabatanku yang engkau tugaskan." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya,"Ada apa gerangan?” Dia menjawab,"Aku mendengar engkau berkata demikian dan demikian (maksudnya perkataan di atas, Pen.)." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam pun berkata,"Aku katakan sekarang, (bahwa) barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), maka hendaklah dia membawa (seluruh hasilnya), sedikit maupun banyak. Kemudian, apa yang diberikan kepadanya, maka dia (boleh) mengambilnya. Sedangkan apa yang dilarang, maka tidak boleh.”

TAKHRIJ HADITS
  • - Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam kitab al Imarah, bab Tahrim Hadaya al ‘Ummal, hadits no. 3415.
  • - Abu Dawud dalam Sunan-nya dalam kitab al Aqdhiyah, bab Fi Hadaya al ‘Ummal, hadits no. 3110.
  • - Imam Ahmad dalam Musnad-nya, 17264 dan 17270, dari jalur Isma’il bin Abu Khalid, dari Qais bin Abu Hazim, dari Sahabat ‘Adiy bin ‘Amirah al Kindi Radhiyallahu 'anhu di atas. Adapun lafadz hadits di atas dibawakan oleh Muslim.

BIOGRAFI SINGKAT ‘ADIY BIN ‘AMIRAH RADHIYALLAHU 'ANHU
Beliau merupakan sahabat mulia, dengan nama lengkapnya ‘Adiy bin ‘Amirah bin Farwah bin Zurarah bin al Arqam, Abu Zurarah al Kindi. Beliau hanya sedikit meriwayatkan hadits Rasululllah Shallallahu 'alaihi wa sallam, di antaranya adalah hadits ini.

Beliau wafat pada masa kekhalifahan Mu’awiyah Radhiyallahu 'anhu. Ada pula yang berpendapat selain itu [1]. Wallahu a’lam bish shawab.

MUFRADAT (KOSA KATA)
Kata ghululan (غُلُولاً) dalam lafadz Muslim, atau ghullun (غُلٌّ) dalam lafadz Abu Dawud, keduanya dengan huruf ghain berharakat dhammah. Ini mengandung beberapa pengertian, di antaranya bermakna belenggu besi, atau berasal dari kata kerja ghalla (غَلَّ) yang berarti khianat [2]. Ibnul Atsir menerangkan, kata al ghulul (الْغُلُولُ), pada asalnya bermakna khianat dalam urusan harta rampasan perang, atau mencuri sesuatu dari harta rampasan perang sebelum dibagikan [3]. Kemudian, kata ini digunakan untuk setiap perbuatan khianat dalam suatu urusan secara sembunyi-sembunyi.[4]

Jadi, kata ghulul (الْغُلُولُ) di atas, secara umum digunakan untuk setiap pengambilan harta oleh seseorang secara khianat, atau tidak dibenarkan dalam tugas yang diamanahkan kepadanya (tanpa seizin pemimpinnya atau orang yang menugaskannya). Dalam bahasa kita sekarang, perbuatan ini disebut korupsi, seperti tersebut dalam hadits yang sedang kita bahas ini.

MAKNA HADITS
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan peringatan atau ancaman kepada orang yang ditugaskan untuk menangani suatu pekerjaan (urusan), lalu ia mengambil sesuatu dari hasil pekerjaannya tersebut secara diam-diam tanpa seizin pimpinan atau orang yang menugaskannya, di luar hak yang telah ditetapkan untuknya, meskipun hanya sebatang jarum. Maka, apa yang dia ambil dengan cara tidak benar tersebut akan menjadi belenggu, yang akan dia pikul pada hari Kiamat. Yang dia lakukan ini merupakan khianat (korupsi) terhadap amanah yang diembannya. Dia akan dimintai pertanggungjawabnya nanti pada hari Kiamat.

Ketika kata-kata ancaman tersebut didengar oleh salah seorang dari kaum Anshar, yang orang ini merupakan satu di antara para petugas yang ditunjuk oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, serta merta dia merasa takut. Dia meminta kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melepaskan jabatannya. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan, agar setiap orang yang diberi tugas dengan suatu pekerjaan, hendaknya membawa hasil dari pekerjaannya secara keseluruhan, sedikit maupun banyak kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian mengenai pembagiannya, akan dilakukan sendiri oleh beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Apa yang diberikan, berarti boleh mereka ambil. Sedangkan yang ditahan oleh beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka mereka tidak boleh mengambilnya.

SYARAH HADITS
Hadits di atas intinya berisi larangan berbuat ghulul (korupsi), yaitu mengambil harta di luar hak yang telah ditetapkan, tanpa seizin pimpinan atau orang yang menugaskannya. Seperti ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Buraidah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

((مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَرَزَقْنَاهُ رِزْقاً فَمَا أَخَذَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ غُلُولٌ)).

"Barangsiapa yang kami tugaskan dengan suatu pekerjaan, lalu kami tetapkan imbalan (gaji) untuknya, maka apa yang dia ambil di luar itu adalah harta ghulul (korupsi)".[5]

Asy Syaukani menjelaskan, dalam hadits ini terdapat dalil tidak halalnya (haram) bagi pekerja (petugas) mengambil tambahan di luar imbalan (upah) yang telah ditetapkan oleh orang yang menugaskannya, dan apa yang diambilnya di luar itu adalah ghulul (korupsi).[6]

Dalam hadits tersebut maupun di atas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan secara global bentuk pekerjaan atau tugas yang dimaksud. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa peluang melakukan korupsi (ghulul) itu ada dalam setiap pekerjaan dan tugas, terutama pekerjaan dan tugas yang menghasilkan harta atau yang berurusan dengannya. Misalnya, tugas mengumpulkan zakat harta, yang bisa jadi bila petugas tersebut tidak jujur, dia dapat menyembunyikan sebagian yang telah dikumpulkan dari harta zakat tersebut, dan tidak menyerahkan kepada pimpinan yang menugaskannya.

HUKUM SYARI’AT TENTANG KORUPSI
Sangat jelas, perbuatan korupsi dilarang oleh syari’at, baik dalam Kitabullah (al Qur`an) maupun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang shahih.

Di dalam Kitabullah, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ

"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu), maka pada hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu …" [Ali Imran: 161].

Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta'ala mengeluarkan pernyataan bahwa, semua nabi Allah terbebas dari sifat khianat, di antaranya dalam urusan rampasan perang.

Menurut penjelasan Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ayat ini diturunkan pada saat (setelah) perang Badar, orang-orang kehilangan sepotong kain tebal hasil rampasan perang. Lalu sebagian mereka, yakni kaum munafik mengatakan, bahwa mungkin Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengambilnya. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat ini untuk menunjukkan jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terbebas dari tuduhan tersebut.

Ibnu Katsir menambahkan, pernyataan dalam ayat tersebut merupakan pensucian diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dari segala bentuk khianat dalam penunaian amanah, pembagian rampasan perang, maupun dalam urusan lainnya [7]. Hal itu, karena berkhianat dalam urusan apapun merupakan perbuatan dosa besar. Semua nabi Allah ma’shum (terjaga) dari perbuatan seperti itu.

Mengenai besarnya dosa perbuatan ini, dapat kita pahami dari ancaman yang terdapat dalam ayat di atas, yaitu ketika Allah mengatakan : “Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu), maka pada hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu …”

Ibnu Katsir mengatakan,"Di dalamnya terdapat ancaman yang amat keras.” [8]

Selain itu, perbuatan korupsi (ghulul) ini termasuk dalam kategori memakan harta manusia dengan cara batil yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana dalam firmanNya :

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقاً مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui" [al Baqarah/2:188]

Juga firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…" [an Nisaa`/4 : 29].

Adapun larangan berbuat ghulul (korupsi) yang datang dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka hadits-hadits yang menunjukkan larangan ini sangat banyak, di antaranya hadits dari ‘Adiy bin ‘Amirah Radhiyallahu 'anhu dan hadits Buraidah Radhiyallahu 'anhu di atas.

PINTU-PINTU KORUPSI
Peluang melakukan korupsi ada di setiap tempat, pekerjaan ataupun tugas, terutama yang diistilahkan dengan tempat-tempat “basah”. Untuk itu, setiap muslim harus selalu berhati-hati, manakala mendapatkan tugas-tugas. Dengan mengetahui pintu-pintu ini, semoga kita selalu waspada dan tidak tergoda, sehingga nantinya mampu menjaga amanah yang menjadi tanggung jawab kita.

Berikut adalah di antara pintu-pintu korupsi.

1. Saat pengumpulan harta rampasan perang, sebelum harta tersebut dibagikan.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan :

((غَزَا نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَقَالَ لِقَوْمِهِ لَا يَتْبَعْنِي رَجُلٌ مَلَكَ بُضْعَ امْرَأَةٍ وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يَبْنِيَ بِهَا وَلَمَّا يَبْنِ بِهَا وَلَا أَحَدٌ بَنَى بُيُوتًا وَلَمْ يَرْفَعْ سُقُوفَهَا وَلَا أَحَدٌ اشْتَرَى غَنَمًا أَوْ خَلِفَاتٍ وَهُوَ يَنْتَظِرُ وِلَادَهَا فَغَزَا فَدَنَا مِنْ الْقَرْيَةِ صَلَاةَ الْعَصْرِ أَوْ قَرِيبًا مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ لِلشَّمْسِ إِنَّكِ مَأْمُورَةٌ وَأَنَا مَأْمُورٌ اللَّهُمَّ احْبِسْهَا عَلَيْنَا فَحُبِسَتْ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَجَمَعَ الْغَنَائِمَ فَجَاءَتْ يَعْنِي النَّارَ لِتَأْكُلَهَا فَلَمْ تَطْعَمْهَا فَقَالَ إِنَّ فِيكُمْ غُلُولًا فَلْيُبَايِعْنِي مِنْ كُلِّ قَبِيلَةٍ رَجُلٌ فَلَزِقَتْ يَدُ رَجُلٍ بِيَدِهِ فَقَالَ فِيكُمْ الْغُلُولُ فَلْيُبَايِعْنِي قَبِيلَتُكَ فَلَزِقَتْ يَدُ رَجُلَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٍ بِيَدِهِ فَقَالَ فِيكُمْ الْغُلُولُ فَجَاءُوا بِرَأْسٍ مِثْلِ رَأْسِ بَقَرَةٍ مِنْ الذَّهَبِ فَوَضَعُوهَا فَجَاءَتْ النَّارُ فَأَكَلَتْهَا، ثُمَّ أَحَلَّ اللَّهُ لَنَا الْغَنَائِمَ رَأَى ضَعْفَنَا وَعَجْزَنَا فَأَحَلَّهَا لَنَا))

"Ada seorang nabi berperang, lalu ia berkata kepada kaumnya : "Tidak boleh mengikutiku (berperang) seorang yang telah menikahi wanita, sementara ia ingin menggaulinya, dan ia belum melakukannya; tidak pula seseorang yang yang telah membangun rumah, sementara ia belum memasang atapnya; tidak pula seseorang yang telah membeli kambing atau unta betina yang sedang bunting, sementara ia menunggu (mengharapkan) peranakannya".

Lalu nabi itu pun berperang dan ketika sudah dekat negeri (yang akan diperangi) tiba atau hampir tiba shalat Ashar, ia berkata kepada matahari : "Sesungguhnya kamu diperintah, dan aku pun diperintah. Ya Allah, tahanlah matahari ini untuk kami," maka tertahanlah matahari itu hingga Allah membukakan kemenangan baginya. Lalu ia mengumpulkan harta rampasan perang. Kemudian datang api untuk melahapnya, tetapi api tersebut tidak dapat melahapnya. Dia (nabi itu) pun berseru (kepada kaumnya): "Sesungguhnya di antara kalian ada (yang berbuat) ghulul (mengambil harta rampasan perang secara diam-diam). Maka, hendaklah ada satu orang dari setiap kabilah bersumpah (berbai’at) kepadaku," kemudian ada tangan seseorang menempel ke tangannya (berbai’at kepada nabi itu), lalu ia (nabi itu) berkata,"Di antara kalian ada (yang berbuat) ghulul, maka hendaknya kabilahmu bersumpah (berbai’at) kepadaku," kemudian ada tangan dari dua atau tiga orang menempel ke tangannya (berbai’at kepada nabi itu), lalu ia (nabi itu) berkata,"Di antara kalian ada (yang berbuat) ghulul," maka mereka datang membawa emas sebesar kepala sapi, kemudian mereka meletakkannya, lalu datanglah api dan melahapnya. Kemudian Allah menghalalkan harta rampasan perang bagi kita (karena) Allah melihat kelemahan kita.[9]

2. Ketika pengumpulan zakat maal (harta).
Seseorang yang diberi tugas mengumpulkan zakat maal oleh seorang pemimpin negeri, jika tidak jujur, sangat mungkin ia mengambil sesuatu dari hasil (zakat maal) yang telah dikumpulkannya, dan tidak menyerahkannya kepada pemimpin yang menugaskannya. Atau dia mengaku yang dia ambil adalah sesuatu yang dihadiahkan kepadanya. Peristiwa semacam ini pernah terjadi pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau memperingatkan dengan keras kepada petugas yang mendapat amanah mengumpulkan zakat maal tersebut dengan mengatakan :

((أَفَلَا قَعَدْتَ فِي بَيْتِ أَبِيكَ وَأُمِّكَ فَنَظَرْتَ أَيُهْدَى لَكَ أَمْ لَا))

"Tidakkah kamu duduk saja di rumah bapak-ibumu, lalu lihatlah, apakah kamu akan diberi hadiah (oleh orang lain) atau tidak?"

Kemudian pada malam harinya selepas shalat Isya’ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berceramah (untuk memperingatkan perbuatan ghulul kepada khalayak). Di antara isi penjelasan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan :

((فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَغُلُّ أَحَدُكُمْ مِنْهَا شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى عُنُقِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا جَاءَ بِهِ لَهُ رُغَاءٌ وَإِنْ كَانَتْ بَقَرَةً جَاءَ بِهَا لَهَا خُوَارٌ وَإِنْ كَانَتْ شَاةً جَاءَ بِهَا تَيْعَرُ))

"(Maka) Demi (Allah), yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Tidaklah seseorang dari kalian mengambil (mengkorupsi) sesuatu daripadanya (harta zakat), melainkan dia akan datang pada hari Kiamat membawanya di lehernya. Jika (yang dia ambil) seekor unta, maka (unta itu) bersuara. Jika (yang dia ambil) seekor sapi, maka (sapi itu pun) bersuara. Atau jika (yang dia ambil) seekor kambing, maka (kambing itu pun) bersuara …" [10]

3. Hadiah untuk petugas, dengan tanpa sepengetahuan dan izin pemimpin atau yang menugaskannya.
Dalam hal ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :

((هَدَايَا الْعُمَّالِ غُلُولٌ))

"Hadiah untuk para petugas adalah ghulul". [11]

4. Setiap tugas apapun, terutama yang berurusan dengan harta, seperti seorang yang mendapat amanah memegang perbendaharaan negara, penjaga baitul maal atau yang lainnya, terdapat peluang bagi seseorang yang berniat buruk untuk melakukan ghulul (korupsi), padahal dia sudah memperoleh upah yang telah ditetapkan untuknya. Telah disebutkan dalam hadits yang telah lalu, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya : Barangsiapa yang kami tugaskan dengan suatu pekerjaan, lalu kami tetapkan imbalan (gaji) untuknya, maka apa yang dia ambil di luar itu adalah harta ghulul (korupsi).[12]

BAHAYA BUATAN GHULUL (KORUPSI)
Tidaklah Allah melarang sesuatu, melainkan di balik itu terkandung keburukan dan mudharat (bahaya) bagi pelakunya. Begitu pula dengan perbuatan korupsi (ghulul), tidak luput dari keburukan dan mudharat tersebut. Diantaranya :

1. Pelaku ghulul (korupsi) akan dibelenggu, atau ia akan membawa hasil korupsinya pada hari Kiamat, sebagaimana ditunjukkan dalam ayat ke-161 surat Ali Imran dan hadits ‘Adiy bin ‘Amirah Radhiyallahu 'anhu di atas. Dan dalam hadits Abu Humaid as Sa’idi Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

((... وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ...))

"Demi (Allah), yang jiwaku berada di tanganNya. Tidaklah seseorang mengambil sesuatu daripadanya (harta zakat), melainkan dia akan datang pada hari Kiamat membawanya di lehernya. Jjika (yang dia ambil) seekor unta, maka (unta itu) bersuara. Jika (yang dia ambil) seekor sapi, maka (sapi itu pun) bersuara. Atau jika (yang dia ambil) seekor kambing, maka (kambing itu pun) bersuara …” [13]

2. Perbuatan korupsi menjadi penyebab kehinaan dan siksa api neraka pada hari Kiamat.
Dalam hadits Ubadah bin ash Shamit Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

((... فَإِنَّ الْغُلُولَ عَارٌ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشَنَارٌ وَنَارٌ))

"…(karena) sesungguhnya ghulul (korupsi) itu adalah kehinaan, aib dan api neraka bagi pelakunya". [14]

3. Orang yang mati dalam keadaan membawa harta ghulul (korupsi), ia tidak mendapat jaminan atau terhalang masuk surga. Hal itu dapat dipahami dari sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

((مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ))

"Barangsiapa berpisah ruh dari jasadnya (mati) dalam keadaan terbebas dari tiga perkara, maka ia (dijamin) masuk surga. Yaitu kesombongan, ghulul (korupsi) dan hutang". [15]

4. Allah tidak menerima shadaqah seseorang dari harta ghulul (korupsi), sebagaimana dalam sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

((لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ))

"Shalat tidak akan diterima tanpa bersuci, dan shadaqah tidak diterima dari harta ghulul (korupsi)".[16]

5. Harta hasil korupsi adalah haram, sehingga ia menjadi salah satu penyebab yang dapat menghalangi terkabulnya do’a, sebagaimana dipahami dari sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

((أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ وَقَالَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ))

"Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang yang beriman dengan apa yang Allah perintahkan kepada para rasul. Allah berfirman,"Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan". Dia (Allah) juga berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari yang Kami rizkikan kepada kamu," kemudian beliau (Rasulullah) Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan seseorang yang lama bersafar, berpakaian kusut dan berdebu. Dia menengadahkan tangannya ke langit (seraya berdo’a): "Ya Rabb…, ya Rabb…," tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dirinya dipenuhi dengan sesuatu yang haram. Maka, bagaimana do’anya akan dikabulkan?". [17]

Demikian yang bisa tuliskan untuk para pembaca seputar masalah korupsi. Mudah-mudahan Allah menyelamatkan kita dari segala keburukan yang lahir maupun tersembunyi. Dan semoga uraian singkat ini bermanfaat.

Wallahu a’lam bish Shawab.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06//Tahun X/1427H/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Lihat Tahdzibul Kamal, II/924 -copi manuskrip oleh Penerbit Daarul Ma’mun lit Turats, Damaskus, dan didistribusikan oleh Maktabatul Ghuraba, Madinah. Lihat juga Taqributh Tahdzib, urutan no. 4544.
[2]. Lisanul ‘Arab, 11/499.
[3]. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu tentang kisah seorang nabi (sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ) dengan umatnya ketika mereka memperoleh rampasan perang. Kemudian di antara mereka ada yang mencuri harta rampasan perang tersebut, hingga Allah mengirimkan api dan melahap semua harta rampasan perang tersebut, dan Allah mengharamkannya untuk umat sebelum umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. (Muttafaqun ‘alaihi. Al Bukhari dalam kitab Fardhul Khumus, bab Qaulun Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa sallam (Uhillat), hadits no. 3124, dan Muslim dalam kitab al Jihad was Sair, bab Tahlilil Ghana-im li Hadzihil Ummati Khashshatan, hadits no. 3287.)
[4]. Lihat an Nihayah fi Gharibil Hadits, 3/380.
[5]. HR Abu Dawud dalam Sunan-nya di kitab al Kharaj wal Imarah wal Fa-i, bab Fi Arzaqul Ummal, hadits no. 2943 dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Abi Dawud dan Shahihul Jami’ish Shaghir, no. 6023.
[6]. Nailul Authar, 4/233.
[7]. Tafsir Ibnu Katsir (1/398).
[8]. Ibid.
[9]. HR al Bukhari dalam kitab Fardhul Khumus, bab Qaulun Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa sallam (Uhillat), hadits no. 3124 dan Muslim dalam kitab al Jihad was Sayr, bab Tahlilil Ghana-im li Hadzihil Ummati Khashshah, hadits no. 3287.
[10]. HR al Bukhari dalam kitab al Aiman wan Nudzur, bab Kaifa Kaanat Yamiinun Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa sallam, hadits no. 6636 dan lainnya dengan lafazh yang berdekatan, serta Muslim dalam kitab al Imarah, bab Tahrim Hadayal ‘Ummal, hadits no. 3413 dan 3414 dengan lafazh yang serupa, dan ada sedikit perbedaan.
[11]. HR Ahmad, no. 23090 dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Irwa’ul Ghalil hadits no. 2622.
[12]. Lihat takhrijnya pada catatan kaki no. 5.
[13]. HR al Bukhari dalam kitab al Hibah wa Fadhluha wat Tahridhu ‘Alaiha, bab Man lam Yaqbalil Hadiyata li ‘Illatin, hadits no. 2597 dan Muslim (dengan lafazh serupa) dalam kitab al Imarah, bab Tahrim Hadayal ‘Ummal, hadits no. 3413.
[14]. HR Ibnu Majah dalam kitab al Jihad, bab al Ghulul, hadits no. 2850, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah dan Shahihul Jami’ish Shaghir, no. 7869.
[15]. HR Ahmad, no. 21291; at Tirmidzi, no. 1572; an Nasaa-i dan Ibnu Majah.
[16]. HR Muslim dalam kitab Thaharah, bab Wujubuth Thaharah lish Shalati, hadits no. 329, dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anh, dan diriwayatkan pula oleh yang lain dari Ibnu 'Umar dan Usamah bin Umair al Hudzali Radhiyallahu 'anhu.
[17]. HR Muslim dalam kitab az Zakat, bab Qabulush Shadaqati minal Kasbit Thayyibi wa Tarbiyatuha, hadits no. 1686.
Sumber artikel :http://almanhaj.or.id
Read More
WOW ! Video Cewek Cantik Pakai Jilbab

WOW ! Video Cewek Cantik Pakai Jilbab

Video Cewek Cantik Pakai Jilbab - tidak usah di pungkiri bahwa keberadaan jilbab yang awalnya sebagai tuntunan ajaran agama islam supaya untuk menutupi aurat , kini jilbab menjelma menjadi asesoris untuk merubah penampilan penggunanya supaya tanpak cantik.
foto Cewek Cantik Jilbab
Kredit Img :http://www.dorieshop.com


Sebagai cowok secara pribadi saya sih oke oke saja jika melihat cewek berjilbab atau tidak , toh itu urusan masing-masing , Tapi jika melihat cewek cantik berjilbab dan di dukung dengan Adab , wow.... sungguh menarik banget , jika di suruh memilih antara cewek cantik berjilbab dan tidak berjilbab maka dengan tegas saya pilih yang berjilbab .

Berikut ini ada foto dan video cewek cantik sedang memakai jilbab, foto ini saya dapat dari sebuah situs toko online yang menjual jilbab . +dorieshop.com . Saya cowok jadi tak mungkin beli jilbab tapi saya mendukung sosialisasi jilbab supaya muncul jilbaber jilbaber baru kedepannya . berikut video cewek cantik pakai jilbab .
Read More
Lirik Lagu Dan Puisi Bikin Semangat

Lirik Lagu Dan Puisi Bikin Semangat

Lirik Lagu Dan Puisi Bikin Semangat - otak warasku saat ini sedang berontak ,hidup terasa lesu setelah berbagai tekanan keadaan di luar perencanaan satu persatu di selesaikan, seperti orang trauma dan putus asa , badan ini terasa lesu , pikiran ga bisa cair, pandangan mata jadi sayup, entah ngantuk atau memang capek dan lelah atau apa, intinya hari ini aku vakum.
Seperti tak mau kalah dengan keadaan , aku coba paksakan untuk melakukan sesuatu, apapun itu asal tak mengganggu kepentingan orang, aku temui ada Lirik Lagu Dan Puisi Bikin Semangat . , lagunya rocker kawakan bernama kaisar. lumayan setelah dengar lagu ini otak sedikit fresh dan aku bisa menulis lagi. sambil meniti hati ada apa dengan diriku ini . entahlah , yang penting sekarang saya dengar lagu hebat satu ini .


Keramaian Hati Menuju Samudra
Bercannda bertarung Mengalahkan , "Nafsu" , Laknat!
Kau Penipu Langkah-Langkah Jantan
Kisi-kisi Langit Mulai Berjatuhan
Bertebaran Pecah Seperti "Meratap" , Ampun!
Aku tak yakin akan semua ini .

Bagaikan bencana meratapi diri
Esok dunia kan selalu menanti
Bertarung Kembali Tantanglah Dunia
Esok Duniamu Selalu Menanti dan selalu menanti

Dan Cerita manusia perlu berganti
Dan layar pun sudah mulai di kibarkan kawan
Genggam tangan penuh keyakinan
Mulailah melangkahkan kaki baru
Menelusuri jalan penuh kerikil kawan
Itu jalan menjadi dewasa.

Dan ceritapun berganti
Dan beritapun berubah
Dan tabir pun tersingkapkan
kini manusia yang lemah tertindas waaaa

Dan ceritapun berganti
Dan beritapun berubah
Dan tabirpun tersingkaplah kini
Manusia yang lemah tertindas ( ga pake wow)

Dan Cerita manusia perlu berganti
Dan layar pun sudah mulai di kibarkan kawan
Genggam tangan penuh keyakinan
Mulailah melangkahkan kaki baru
Menelusuri jalan penuh kerikil kawan
Itu jalan menjadi dewasa.

Dan ceritapun berganti
Dan beritapun berubah
Dan tabirpun tersingkaplah kini
Manusia yang lemah tertindas ( ga pake wow)
Read More
Bisnis Investasi

Produk Idealisme Nganggur

Produk Idealisme Nganggur - aku lihat sekelilingku banyak sekali perdebatan-perdebatan yang tidak ada titik temu , mulai dari gesekan antar individu , kumpulan orang nongkrong , jamaah yasinan sampai antar organisasi , antar partai hingga antar negara , suku dan agama sampai sekarang masih begulir dan terus bergulir entah sampai kapan .

Sebagai orang umum saya kadang merasa risih dengan itu semua karena saya sering terkena imbas dari mereka , contoh saja ada jamaah A dan Jamaah B , mereka berlomba-lomba mencari anggota , sementara aku tak ikut salah satu dari mereka dan dampaknya kedua jamaah tersebut malah seakan-akan menekan keadaan saya. itu adalah contoh kecil saja .

Tekanan akibat perbedaan itu ,jika sebatas lokal saja mungkin tidak begitu terasa tapi jika tekanan yang terencana sampai menyentuh kalangan keluarga , misalnya adik say terkena doktirn mereka hal ini tentu lain jadinya . contoh kasus kecil yang pernah menerpa keluarga adalah :

Suatu saat ada salah satu keluarga yang mendapatkan masukan tentang bangunan keluarga bahagia, harmonis atau apalah artinya , intinya orang tadi mungkin ingin menunjukan kesuksesanya membangun keluarga kemudian ingin pamer ke keluarga di tambah sedikit tekanan dan aturan tertentu guna memperjelas atau menyakinkan bahwa keinginanya tercapai dan keluargaku bisa di setir sesuai idenya . Dampaknya adalah aku dan keluargaku bertengkar karena system yang di bawa jelas tidak sesuai dengan keadaan keluarga saya , susah payah aku menasehati keluargaku syukurlah bisa di luruskan .

Di atas adalah satu kasus yang saya maksud produk idealisme nganggur , di mana ide ide srampanga yang di sampaikan hanya untuk kepentingan segelintir orang dan dampaknya tidak lain hanya akan mengganggu ketenangan orang lain .

Memberi nasehat dan menanamkan idealisme beda tipis .
Jika niatnya memberi nasehat tentu mempertimbangkan keadaan , lalu di pahami permasalahanya kemudian di cari jalan keluarnya , jika menanamkan idealisme adalah menanamkan sebuah rumusan baru yang belum tentu sesuai dengan keadaan orang lain , apalagi berusaha mendoktrin dan memaksakan orang lain untuk mengikutinya , wah ini penjajahan namanya. 

Produk ideologi nganggur terus berputar , mungkin itu romantisme kehidupan , ada baiknya kita berhati hati ,untuk itu selalu belajar dan berdoa pada Allah adalah solusi terbaik untuk berbuat baik dengan cara baik . azizna.blogspot.com

Buat anda yang ingin menyampaikan nasehat atau saran dengan cara baik ada baiknya melakukan hal tersebut melalu media yang baik , misalnya membuka jasa konsultan, kursus sukses, atau blog dan lain sebagainya , lalu sampaikan apa saja pemikiran anda bagaimana supaya hidup ini lebih baik , demikian akan lebih bijaksana
Read More
Jangan Berikan Nasehat Ini Pada Orang Sombong

Jangan Berikan Nasehat Ini Pada Orang Sombong

orang susah
orang susah
Jangan Berikan Nasehat Ini Pada Orang Sombong - saya sering dengar bahkan saya sendiri mengalami , saat saya adu argument dengan orang yang menurutku terlalu mengandalkan intelgensi kurang menggunakan nurani , sampai saya berkesimpulan bahwa benar , pintar , bodoh, menang, kalah itu relativ toh semua kembali pada diri masing- masing .

Jika di telusuri lebih jauh sebenarnya dunia ini tak bisa di simpulkan dengan hanya beberapa rumusan saja , karena banyak sekali masalah kehidupan yang di luar logika rata-rata , sebagai contoh saja adalah masalah umum yang terkait dengan hukum baik hukum negara , hukum adat dan hukum agama , contoh kasus sebagai berikut :

Ada orang itu mencuri , berbohong , bahkan membenci  , jika di ukur dengan hukum yang ada dan di akui , maka tindakan orang tadi tentu melanggar hukum yang berlaku tapi entah karena dasar apa kok bisa bisa nya prilaku salah tersebut malah menjadikan dirinya percaya diri bahkan berani memarahi orang yang di curi, di bohongi dan di benci . inilah yang saya maksud adu argument dengan orang yang sudah tidak punya nurani .

 Jika iman bicara maka semuanya akan baik-baik saja, jika dia salah maka siap di hukum demi perubahan dan siap nanggung resiko tanpa berharap kemakluman apalagi mencari jalan untuk pembenaran , ataupun di lupakan , masalah tetap masalah , salah tetap salah , yang bisa di perbuat hanyalah berdoa pada yang maha kuasa .Lain jadinya jika ada orang salah terus beralibi untuk mencari dasar pembenaran diri  yang ada malah melahirkan masalah-masalah lainya . misalnya saja adalah kebohongan , banyak orang bilang 1 kebohongan akan menarik kebohongan lainya .

Bagi pembaca yang merasa di hancurkan di injak injak karena melakukan sesuatu atas dasar iman yang sesuai ajaran , misalnya tolong menolong tanpa pamrih tapi di tuduh caper, mencari rizki halal tapi di persulit, di dramatisir hidupnya oleh orang-orang yang merasa di rugikan atas kehadiran anda sebab mungkin saja dengan adanya anda maka aibnya takut terbuka padahal anda enjoy saja, dan lain sebagainya intinya hidup ini memang susah serba salah , maka nasehat ini cocok untuk di baca .

Tapi jika anda termasuk tipe orang yang iri dengan kesuksesan orang lain , orang yang ingin lari dari kenyataan bahwa anda memang orang bersalah , atau anda tipe manusia yang ingin menguasai sesuatu yang bukan miliknya atau orang yang merasa tersaingi maka jangan gunakan nasehat ini , karena hanya akan menumpuk dosa saja , dan anda sendiri yang akan celaka.

Berikut nasehat untuk anda yang ingin menjadi orang baik dan ingin istiqomah dalam ibadah .
1. Membesarkan rasa syukur dengan cara melihat orang di bawah kita secara global .
2. Berkumpul dengan teman , tetangga intinya bersosial
3. Jangan mengasingkan diri
4. Cari tantangan baru yang positif misalnya shalat berjamaah selama 40 hari , katham al-quran setiap bulan dll
5. Jangan dendam
6. Selalu berdoa pada Allah
7. Bangun terus potensi yang kita punya
8. Berfikir positif atas segala yang telah terjadi
9. Ingat kematian
10.Ingat negeri akherat surga dan neraka 

Dan masih banyak lagi bagaimana cara mengembalikan gairah hidup supaya selalu semangat untuk berbuat baik , tanpa perlu dendam benci bahkan mencaci, jika kita sebagai pengamal ibadah yang sedang di uji oleh Allah mudah mudahan langkah tersebut bisa menjadikan kita tambah sabar,amin...

Read More